Kegiatan Mahasiswa KKN UNSOED: Detektif Peduli Lingkungan dan Pembuatan Gantungan Kunci dari Tutup Botol Bekas di SD Sijeruk
Mahasiswa KKN kembali melaksanakan program kerja di SD Negeri Sijeruk dengan sasaran siswa kelas V melalui kegiatan "Detektif Peduli Lingkungan" pada tanggal 28 Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran dan kepedulian peserta didik terhadap pentingnya menjaga lingkungan sekolah sejak usia dini melalui metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Mahasiswa KKN berangkat menuju sekolah pada pagi hari dan setibanya di lokasi terlebih dahulu mengikuti kegiatan senam pagi bersama seluruh warga sekolah. Setelah itu, dilakukan silaturahmi dan koordinasi dengan Kepala Sekolah serta wali kelas sebagai bentuk persiapan sebelum rangkaian kegiatan dimulai.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya menjaga lingkungan. Dalam sesi ini, mahasiswa KKN menjelaskan pengertian kepedulian terhadap lingkungan, berbagai contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, manfaat menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, serta berbagai perilaku yang perlu dihindari karena dapat merusak lingkungan. Materi disampaikan secara komunikatif dan interaktif sehingga siswa dapat memahami pentingnya menjaga lingkungan sekolah maupun lingkungan sekitar sebagai tanggung jawab bersama.
Setelah penyampaian materi, mahasiswa KKN menjelaskan teknis pelaksanaan kegiatan "Detektif Peduli Lingkungan". Seluruh siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok yang kemudian berkeliling mengunjungi lima pos misi yang telah disiapkan. Pada setiap pos, siswa diminta melakukan pengamatan, menyelesaikan misi, serta menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan kondisi lingkungan sekolah. Pos pertama merupakan Misi Energi, yaitu mengamati penggunaan listrik di lingkungan sekolah, seperti memastikan tidak ada lampu yang menyala ketika tidak digunakan. Pos kedua adalah Misi Air, di mana siswa memeriksa apakah terdapat keran yang masih mengalir atau tidak ditutup dengan baik. Pos ketiga merupakan Misi Kebersihan yang mengajak siswa mengamati keberadaan sampah yang berserakan di lingkungan sekolah. Selanjutnya, pada Misi Tumbuhan, siswa diminta memperhatikan kondisi tanaman di sekitar sekolah, termasuk mengidentifikasi tanaman yang membutuhkan perawatan. Sementara itu, pada Misi Daur Ulang, setiap siswa membawa empat tutup botol plastik yang nantinya dimanfaatkan sebagai bahan utama dalam kegiatan pembuatan gantungan kunci. Melalui seluruh rangkaian misi tersebut, siswa diharapkan menjadi lebih peka terhadap kondisi lingkungan sekitar, membangun kebiasaan menghemat energi dan air, menjaga kebersihan, merawat tanaman, serta memahami pentingnya memanfaatkan barang bekas agar memiliki nilai guna yang lebih tinggi.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan "Detektif Peduli Lingkungan" selesai, siswa mengikuti waktu istirahat dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kegiatan kemudian dilanjutkan oleh Divisi Lingkungan melalui praktik pembuatan gantungan kunci berbahan dasar tutup botol plastik sebagai bentuk penerapan konsep daur ulang yang telah dikenalkan pada kegiatan sebelumnya. Melalui kegiatan ini, siswa diajak memahami bahwa sampah plastik yang sering dianggap tidak bernilai dapat diolah kembali menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai estetika.
Dalam pelaksanaannya, peserta didik dibagi ke dalam dua pos kegiatan. Pada pos pertama, siswa didampingi mahasiswa KKN untuk melelehkan tutup botol plastik menggunakan setrika sekaligus mencetaknya dengan cetakan yang telah disiapkan sehingga terbentuk pola sesuai desain yang diinginkan. Setelah hasil cetakan mengeras, siswa melanjutkan ke pos kedua untuk melubangi hasil cetakan dan memasang ring gantungan kunci hingga menjadi produk yang siap digunakan. Selama proses berlangsung, mahasiswa KKN mendampingi setiap kelompok, memastikan seluruh kegiatan berjalan dengan tertib dan aman, serta membantu siswa yang mengalami kesulitan pada setiap tahapan pembuatan. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa tidak hanya memperoleh pengalaman baru dalam memanfaatkan limbah plastik, tetapi juga semakin termotivasi untuk menerapkan perilaku peduli lingkungan dalam kehidupan sehari-hari serta berkontribusi dalam mengurangi jumlah sampah melalui kegiatan daur ulang.
NUKI
21 April 2022 12:49:19
Sejarahnya bagus...